You are currently browsing the monthly archive for March, 2007.
My body, My hand
My heaven, My land
My guardian angel is mine
You say…
My dreams, My head
My sex, My bed
And it’s my Corona with lime
And then I say ..
Maybe we could divide it in two
Maybe my animals live in Your Zoo
You say..
My hate, My frown
My kingdom, My crown
My palace and court is mine
You say..
My lights, My show
My years to grow
The time that I spend is fine
But then I say ..
Maybe we could divide it in two
Maybe my animals live in Your Zoo
Maybe I’m in love with You….
But You say…
My coat, My hat
My bones, My fat
My zipper is shut by me
You say..
My Skin, My blood
My devil, My God
My freedom is what You see
But still I say
Maybe we could divide it in two
Maybe my animals live in Your Zoo
Maybe I’m in love with You….
My beginning, My end
My nuclear bomb to pretend…..
Hahahaha perhaps, possibility, yeah Maybe by : Brainstorm
If you were an angel, I would cut off your wings – to keep you with me,
I would do anything. Like broken bottles that slip from drunken hands,
I’ve watched my star falling and shatter on the ground.
First you wash your hair, then you wash your hands; oh yeah, I think I understand…
Untouchable, if I’m not fit to even crawl if I’m too sick, I’ll soak my skin in alcohol until I feel untouchable.
I
blew my chances as you blow-dried your hair; I thought of my answers as
you walked down the stairs. D’you think I’d defile you if you were to
get too close? D’you think I’d infect you? D’you think I’d give you a
dose?
First you wash your hair, then you wash your hands; oh yeah, I think I understand…
I’ll drink until my skin is full, and I will be untouchable…
Untouchable, if I’m not fit to even crawl if I’m too sick, I’ll soak my skin in alcohol, and I will feel untouchable.
Untouchable,
Untouchable,
Untouchable,
Untouchable…
By: Rialto
Alchemist nya paulo coelho ternyata mengandung berbagai makna dan tafsiran tentang simbol-simbol keyakinan, sebuah misi, berbagai sejarah, dan konflik yang telah dan akan terjadi di abad ini.
Batu Filosopi (philosoper stone) yang dimiliki oleh sang alkemis, katanya bisa merubah logam menjadi emas merupakan simbolisasi sebuah mitos. Hal ini berkaitan dengan situs sejarah yang menurut mitos pernah eksis di belahan bumi timur tengah. Temple of Solomon atau Kuil sulaiman. Diyakini bukan sekedar pusat penyembahan Yahudi tetap merupakan
‘workshop’ utama pengolahan ‘Philospher Stone’ menjadi emas murni. Menurut sejarah solomon atau Nabi Sulaiman merupakan raja yang terkaya di dunia. Ini diakui oleh 3 agama besar dunia (Yahudi, kristen, dan Islam).
Aku mengetahuinya dalam diskusi di sebuah forum >>>(moderator menulis)
"Proses pembuatan ‘philosoper’s stone’ sebenarnya tersirat jelas di
kitab Keluaran ( Exodus ) dan kitab Raja2 ( Kings ) khususnya bagian
mengenai pembangunan Bait Suci Salomo."
Mengapa pengembaraan anak gembala sampai jauh ke Mesir ??
Di mesir ternyata tersingkap "sacred knowledge" sebuah teknologi yang mampu menciptakan keajaiban-keajaiban semenjak zaman firaun berkuasa. Kaum naturalis berusaha mencari penjelasan logis atas berbagai penemuan artefak, manuscrip atau pengkajian berbagai kitab-kitab penting agama. Mereka berpendapat bahwa semua keajaiban yang lahir meskipun itu dari seorang nabi bisa di pecahkan dengan ilmu-ilmu alam. Perpaduan sains, teknologi dan mistic ini yang dipegang oleh orang-orang yang dipercaya.
‘Membelah Laut’ itu bisa jadi karena kebetulan semata ( fenomena alam )
krn fenomena serupa pernah terjadi di berbagai tempat sepanjang
sejarah, bisa karena memang ada metode scientific tertentu, atau malah
mungkin cuma sekedar kiasan belaka."
Bila anda jeli membaca dalam kitab Raja2 mengenai pembangunan Bait Suci
di era Salomo, kita bisa menemukan keganjilan2 bentuk maupun desain
dari struktur maupun benda2 yang ada di dalamnya.
Sekaligus bisa memberikan jawaban dari sumber kekayaan Salomo yang menakjubkan tsb.
Mengingat wilayah kerajaan Israel kuno itu secara alami tidak
memiliki sumber2 mineral / tambang emas yang cukup untuk men-generate
kekayaan yang disebutkan dalam kitab tersebut. So secara logis Salomo harus melakukan metode tertentu untuk memproduksi kekayaannya tsb".
Latar belakang sejarah agama, ternyata memiliki pengaruh kuat dalam upaya mewujudkan sebuah tatanan negara atau bahkan mungkin dunia.
Musa berasal dari mesir, merupakan nabi dari bangsa Israel yang berupaya membebaskan mereka dari penindasan firaun menuju pengabdian pada satu tuhan. Namun bangsa israel yang nota bene memiliki kecerdasan lebih rupanya menyukai kebudayaan pagan, dan ritus-ritus aneh dengan pengorbanan pada banyak tuhan layaknya mesir di zaman firaun.
Dalam berbagai novel fiksi konspirasi best seller (diantaranya Davinci code) banyak diungkap tentang adanya komunitas rahasia. Mereka eksis di seluruh negara namun esensi keberadaannya merupakan tanda tanya besar. Sejarah dan mitos tentang mereka dapat dirunut semenjak zaman perang salib sampai masa sekarang. Mereka mungkin menggunakan simbol-simbol agama dan kepercayaan pada tuhan untuk mencapai tujuan besarnya. Namun dibalik semua itu hanya kekuasaan dan kejayaan yang diinginkan.
Kemudian lahirlah para petualang pencari peninggalan kuno, penjelajah berbagai benua, ilmuwan pencetus berbagai teori, filosop pengarang beribu isme, negarawan, hartawan, dan berbagai profesi lainnya di bawah komunitas yang mereka dirikan. Berbagai grand strategy dirancang untuk sebuah tatanan dunia baru, penyebaran teori dan penggiringan opini, penciptaan konflik yang berujung pada peperangan dunia. Semua ini diawali oleh keyakinan agama yang telah dicampur adukan dengan kebudayaan peninggalan raja-raja mesir yang tidak mengakui keberadaan RAJA diluar dirinya. Logikanya bangsa yang dulu terjajah tidak akan pernah mengakui atau bahkan menganut kepercayaan penjajahnya setelah mereka bebas merdeka.
Sebuah keyakinan buta bisa membutakan diri penganutnya, hingga demi pembumian sebuah kebanggan akan sejarah dalam wujud sebuah kuil mereka berani menduduki dan merampas wilayah yang katanya telah dijanjikan oleh Tuhan. Kuil yang didirikan dengan mengorbankan nyawa manusia, dengan menumpahkan jutaan liter darah, dengan menciptakan ribuan konflik tak berujung dimana dunia terseret kedalamnya. Sebuah konflik peradaban seperti ditulis oleh berbagai futurolog dalam tesis-tesis mereka. Mengerikan……….sungguh mengerikan, aku berharap untuk menyaksikan jalannya sejarah dan kebenaran sesungguhnya yang akan terungkap meskipun ini semua memang mengerikan.
See more : http://freemasonrywatch.org/siteindex.html
http://freemasonrywatch.org/tracingboard.html
Banyak yang ku pikirkan, namun tak mampu ku tuliskan. Banyak ide hinggap di kepala, namun tak satu pun yang ku tangkap.
Emosi kadangkala mempengaruhi cara berpikir, cara bicara atau bahkan merubah sikap dan tingkah laku.
Emosi yang tak terkendali bisa merubah individu lugu menjadi amuk massa dengan huru-hara.
Ada istilah dalam psychologi yaitu Ego, Super-ego, dan id. Entah freud atw siapa psikolog yang menelurkan teori ini, entah apa definisi 3 kata ini, entah apa kaitan antara mereka bertiga.
Namun yang kutahu seseorang itu berada diantara 2 pilihan yaitu; mengendalikan atau dikendalikan oleh egonya sendiri.
Ketika seseorang memiliki keinginan yang kuat akan suatu hal, ego mulai memainkan peran.
Ketika sebuah impian senantiasa hidup dan diwujudkan dalam kenyataan, ego akan mengawasi ambisi.
Pertanyaannya adalah bagaimana manusia dapat mengendalikan ego-nya ???
Aku bertanya ketika terjadi kesenjangan antara harapan dan kenyataan dalam hidupku.
Aku bertanya saat Road Map yang kujadikan kompas dalam petualangan hidup tak dapat dijadikan petunjuk arah.
Aku bertanya kala duduk termangu dipersimpangan jalan, dan tak tahu apakah harus berhenti atau melanjutkan perjalanan.
Hingga akhirnya akal ku lelah, otak ku tertidur, dan mataku mulai terpejam.
Sebuah mekanisme melarikan diri dari kenyataan yang sedang kujalani,,,,,,,yups aku menjadi kecanduan tidur (i’m the day sleeper).
Damn……hari-hari menjadi begitu menjemukan, disuguhi dengan rutinitas yang membosankan, tidur…..makan…..main…..membaca…..online….
(jd inget v-klip bent by matchbox 20…..org bilang sih itu fenomena De javu)
Yups aku sedang terseret didalamnya…..stuck in a boring day!!!
Gak ada lagi pergerakan seperti dulu ketika aku masih semangat, gak ada lagi dinamika seperti dulu ketika akal ku tercerahkan.
Hanya diam menanti sesuatu tanpa tahu apa yang kutunggu……………………………………………………………..
SToP…definisikan kembali masalahmu kawan!
STop…detailkan apa yang kau fikirkan!
STop…diskusikan pada orang yang kau percayai!
Pass…ada 2 cara paling mudah menghadapinya (1.ESC/Skip/kabur/hindari 2.Enter/accept/lawan/hadapi)
Lo pilih dech dengan pertimbangan matang, asal lo mau bergerak dan siap dengan segala resiko yang diambil.
Apabila ego sudah mengendalikan diri, dia mampu menjadi sebuah kekuatan yang membangunkan motivasi agar hidup terus berdetak,
atau sebaliknya dia menjadi tak terkendali hingga mengacaukan keseimbangan emosi, pikir, dan tindak. Kemudian lahirlah tindakan2 menghalalkan segala cara, mungkin brutal, mungkin sadisme, istilah kita kesetanan……hehehehe Manusia berubah menjadi setan atau setan menyusup dalam diri manusia ???
Semua orang bisa terjangkit penyakit ego ini, gak pandang status, gak pandang umur, gak pandang bulu……..mo bulu kaki, mo bulu idung, mo bulu kepala (<<<itu rambut om), mo bulu ketek atau bulu-bulu yang lainnya.
Egois, Egocentris, megalomaniak, merupakan turunan dari ego.
Varian terakhir paling ganas, biasanya menyerang manusia dengan kedudukan dan kekuasaan level atas. Biasanya diidap oleh manusia yang memiliki pengaruh besar.
Katanya juga jalan pintas penjajahan manusia oleh setan, karena seorang megalomaniak akan men(dengan hembusan setan)jadikan dirinya TUHAN di hadapan manusia lainnya.
Nyawa manusia seakan berada ditangannya, tak berharga dibanding segenggam materi dan sepetak tanah hasil invasi.
Aku berharap keinginan dalam diriku mampu kukendalikan tanpa bersinggungan atau sengaja menyinggung hak-hak orang lain yang berada disekitarku.
Aku berharap berbagai masalah hanya salah satu bagian dalam fase hidupku, menghasilkan buah kedewasaan dalam berfikir, berbicara dan bertindak.
Aku berharap bisa sabar dalam menjalani proses pematangan diri, pengenalan emosi, pencerahan jiwa.
Aku berharap dijauhkan dari semua godaan-godaan ego yang menyesatkan dan membinasakan esensi dan eksistensi,khususnya diriku dan orang-orang yang
kucintai.
Hukum sebab akibat selalu berlaku dimanapun dan kapanpun. Bagi sebagian orang yang logic dalam berfikir, dalam berbicara dan bertindak, hukum ini selalu dibubuhkan ketika berfikir, berbicara dan bertindak. Namun sebenarnya dari manakah hukum ini berasal ? Dari manakah kaidah-kaidah awal hukum ini tercetus? jujur saja kupertanyakan hal ini, karena mulai dari ilmu eksakta, sosial, bahasa dan budaya bahkan kadangkala agama menggunakan landasan ini. Misalnya teori-teori Newton; aksi-reaksi, marx; tesis-antitesis, bahasa; klimaks-antiklimas, budaya; modern-postmodern, agama; karma.
Kerangka berfikir ini tak ayal telah menjadi pattern bagi penganutnya. Dalam konteks hukum karma, kebaikan akan dibalas dengan kebaikan dan kejahatan akan di balas dengan kejahatan pula. Apakah memang harus seperti itu? dan apakah hal itu pasti terjadi? Bila memang ini merupakan sebuah hukum dan telah dibuktikan secara empiris, adakah kemungkinan akibat yang kita terima tak terkait dengan sebab yang kita lakukan?
Pernah kubaca dalam sebuah novel~the zahir~, si Penulis menggunakan istilah "Bank Budi" untuk menggambarkan hal ini. Adakalanya dia perlu menginvestasikan/menyetorkan budi kepada bank ini, hingga suatu saat dia bisa menarik budi ini kembali ketika dibutuhkan. Semacam transaksi uang yang lazim kita lakukan ke Bank. Hanya…disini objeknya budi. Yups……hingga terlahirlah ungkapan "tidak ada makan siang gratis", "ada udang di balik batu", yang artinya kurang lebih ada sebuah kepentingan dibalik semua tindakan baik seseorang kepada orang lain.
Mungkin hukum ini dianut oleh sebagian besar orang-orang beragama dan agama memang mengajarkan hukum ini. Mungkin ketika semua agama menganut hukum ini, akhirnya agama hanyalah sebuah kepanjangan tangan dari kepentingan Sang Penguasa. Mungkin ketika semua ilmu berujung pangkal pada Sang Maha Tahu, hukum ini merupakan bagian dari AjaranNya. Mungkinkah Dia menciptakan manusia hanya untuk menciptakan berbagai kepentingan bagi diriNya, dan suatu saat Dia menarik investasiNya untuk menagih semua Janji-janji yang manusia ucapkan dengan penuh keyakinan Pada DiriNya.
Karena kebodohan dan keterbatasanku sebagai manusia maka aku bertanya.
Aku hanya ingin mencari dimana letak esensi dari semua ini.
Aku tidak ragu akan eksistensiNya.
Aku yakin Dia lah Esensi (satu-satunya) dari semua eksistensi.
Aku yakin Dia tidak memiliki motivasi apapun akan penciptaan diriku, karena….. Dia Maha Kaya dan Dia Tidak Tergantung Pada sesuatu pun diluar DiriNya.
Dia hanya ingin mengajarkan padaku untuk lebih mengenalNya dan mencintaiNya.
Seseorang memberi novel ini kepadaku…….namanya uci/ucrit/melati annisa A.K.A cacing kremie. Awalnya sih aku ga terlalu interest untuk membacanya coz judulnya mirip-mirip roman picisan or teenlit yang isinya seputaran cinta monyet yang mudah di maknai tanpa kerut-merut di keningku. Tapi dia bilang "Gw ampe nangis lo dah baca novel nie". Halah basiii,,,,,,,,, gw pikir penulisnya terlalu mendramatisir jalan cerita. Lagipula hari gini kan penulis ngejar "best seller" dan yang paling laku di konsumsi kan perkara cinta. Siapa sih yang gak mengenal cinta, dan cinta memang paling gampang buat diperbuas…… Liat ja sinetron di tv, menyajikan berbagai cerita cinta…..cinta dan cinta. Mulai dari sinetron jepang, korea, india, atw iindia-an produksi orang-orang indo keturunan indi, melulu soal cinta. (padahal kata si Baji dalam pelm si kera putih "Cinta adalah penderitaan tiada akhir" hehehe… mungkin dia ga pernah merasakan indahnya manusia bercinta karena Baji kan manusia setengah babi…..xixixixixi groookkk ngikkk grookkkk ngukkk)
Meskipun lom tuntas ku baca, ada satu hal yang patut aku acungi jempol (4 thumbs up dgn jari kaki) dalam novel nie. Yaitu tentang bagaimana tokoh utama (FAHRI) memperlakukan perempuan selayaknya mahluk mulia, bukan sebagai objek cinta pemuas nafsu syahwat belaka.
Humanis…ya,politis…ya, feminis…ya, religis…ya (meskipun ga bgitu ngerti), sosialis…ya, dan terakhir yang kucari petualangan…ya.
(maklum lom pernah menginjakkan kaki di negeri orang, hanya berpetualang dan berimajinasi lewat buku2 yang kubaca).
Someday aku mo nulis sesuatu tentang novel nie……coz msh da utang nulis persepsi novel2 Paulo Coelho yg dah selesai kubaca sebelumnya.
(thx bw buku yang tlah kalian berikan padaku; mudah2an jadi bekal ilmu, orientasi, motivasi, inspirasi utk menulis d blog ku nie)
(~al-chemist2)
Dulu….. ketika masih kecil, aku seringkali nonton film seri tentang seorang biksu shaolin bernama kwai cheng caine yang berkelana di belantara amerika. (ntah judul felmnya apa…….aku lupa). Dia begitu membumi, dengan ilmu yang dipelajarinya sewaktu di kuil dan seluruh penerapan filosopi hidupnya ketika dia berjalan. Gaya hidupnya sangat sederhana, tak ubahnya seorang pengembara, tak jarang dia menghadapi bahaya menantang maut. Namun dia selau tegar melewatinya, seakan semuanya memang sudah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Kemudian ketika flashback mengingat kata2 bikshu di kuil, dia bisa membandingkannya dengan pelajaran yang di temui dalam perjalanan.
Seorang pengelana senantiasa di hadapkan dalam sebuah situasi ketidakpastian, dalam kondisi yang selalu berubah. Seperti anak gembala dalam ~Al-chemist~ meskipun sudah bekerja mapan di sebuah toko kristal, namun jiwanya tetap menginginkan pengembaraan. Berbeda dengan pemilik toko yang telah biasa hidup rutin layaknya seorang pemilik toko, senantiasa menunggu barang dagangannya laku oleh pembeli. Dia tidak begitu menyukai perubahan karena dia tidak pernah punya impian untuk berkelana .
Pemilik toko kristal : "Aku tidak ingin mengubah apapun, sebab aku tidak tahu bagaimana mesti mengikuti perubahan. Aku sudah terbiasa seperti ini".(p75)
Pemilik toko seperti yang di gambarkan diatas termasuk kategori manusia yang tak ingin mimpinya terwujud. Walau dia majikan anak gembala, si anak gembala tetap akan mewujudkan mimpinya menuju piramida karena teringat ungkapan raja tua "jangan pernah berhenti bermimpi, ikutilah pertanda-pertanda"(p80).
Pernah terlintas untuk kembali menuju tempat dimana dirinya berasal, untuk memulai kembali menjadi penggembala domba. Dengan modal yang dimilikinya setelah bekerja setahun penuh pada pemilik tok kristal, dia mampu menjadi pengusaha di bidang kristal dan melakukan penjualan antar benua. Dengan bahasa Antusiasme, yaitu bahasa orang yang berhasil dalam pekerjaannya yang dia lakukan dengan penuh cinta dan tujuan, juga sebagai bagian dari pencarian akan sesuatu yang diyakini dan dihasratinya.(p81) Dia mampu menaklukan sebuah kota yang dulu asing baginya.
Diantara kembimbangan antara kembali menjadi penggembala dan menggapai impiannya, dia berfikir bahwa dengan 2 jam kepergiannya dari andalusia kota tempatnya berasal, hingga menjadi satu tahun penantian untuk mewujudkan impiannya sangatlah tak sebanding. Meskipun dalam perjalanan ini dirinya tidak diberitahu akan kemungkinan di rampok, padang pasir yang tak berujung dan segala hal buruk yang akan terjadi. Dia tidak mau menjadi seperti pemilik toko kristal yang mengubur impiannya,
anak gembala berkata : "AKu tahu kenapa aku ingin kembali pada domba-dombaku, mereka tidak akan menimbulkan masalah bagiku dan mereka bisa menjadi sahabat-sahabat yang baik. Sebaliknya aku tidak tahu apakah padang pasir bisa bisa di jadikan sahabat, dan di padang pasirlah aku harus mencari harta karunku". (p84)
Keberanian untuk mengambil keputusan dan segala konsekuensi yang akan diterima meskipun itu pahit, telah menjadikan para pengelana mampu bertahan hidup dengan impian yang mereka yakini mampu untuk di wujudkan. Meskipun lapar, terkapar, tepar, tak terbayangkan apa yang kan terjadi di akhir nanti, jiwa-jiwa pengembara selalu berani menghadapi. Karena jiwa mereka senantiasa siap untuk menghadapi berbagai kondisi.
Semua yang ada di dunia bisa di manipulasi, semua karya cipta dan inovasi sebenarnya beranjak dari keinginan manusia untuk memanipulasi. Mungkin karena kondisi dan keterbatasan yang manusia miliki, hingga sadar atau pun tidak manusia menjadi pintar untuk memanipulasi.
Ketika kuliah mahasiswa di tuntut untuk bisa memanipulasi tugas, bisa berupa copy (tugas teman)-paste- lalu manipulasi hingga hasilnya sedikit berbeda dari yang asli.
Ketika bekerja karyawan di tuntut untuk memanipulasi waktu kerja, bisa berupa pemadatan jam kerja sebagai persiapan agar sebelum deadline habis bisa lebih santai bekerja.
Atau seperti pegawai (negeri) sipil yang ongkang-ongkang kaki sambil baca koran, hanya bekerja bila ada inspeksi mendadak. Mendapatkan pemasukan dari urusan birokrasi yang berbelit hasil manipulasi masyarakat awam yang tidak tahu menahu tentang prosedur, di tambah menerima gaji bulanan.
Semua ini kita alami dalam kehidupan di dunia nyata. Di dunia yang katanya "Bumi di pijak Langit di junjung" lebih pantas bila di ganti dengan "(aturan) Bumi di pijak (suara) Langit juga di injak-injak".
Ternyata…… eh ternyata di dunia maya pun urusan manipulasi ini berlaku. Di sebabkan berbagai situasi dan kondisi, hingga manusia nekad memanipulasi. Mungkin kuatnya pengaruh gravitasi juga dirasakan di dunia maya….hehehehehe. Orientasinya tak beranjak jauh dari dollar/harta, popularitas/tahta, sex/wanita. Memang sangat klasik..sikk… asiiikk, sejak zaman dahulu kala manusia bercita-cita pergi ke langit, namun gaya tarik bumi ternyata lebih kuat hingga mereka membutuhkan roket hanya untuk mencapai bulan, (klo langit ke 7 roketnya musti brp biji ya).
Teman baikku di dunia maya bercerita…….bahwa banyak penggiat dunia maya yang mencari kepuasan sex. Mereka mencari imajinasi dan impian, seakan-akan bisa diwujudkan dengan teman chat nya. Ada pembeli mungkin karena ada yang menjual…… sebab akibat ada permintaan maka ada penawaran. Damn…………ternyata memang penawaran lebih banyak dari permintaan, hingga ada reality show yang mengharuskan pembelinya untuk registrasi dan membayar sejumlah nominal dollar.
Ada pula yang tidak terang-terangan mencari dollar namun tetap orientasinya mencari materi. Dengan cara menjalin sebuah relasi via chat, lalu membuat objeknya kecanduan dan akhirnya sang objek mau berkorban demi cinta. Temanku menyebutnya dengan istilah "menjual ketikan setan", tidak jarang dengan cara2 seperti itu sang objek rela mentransfer sejumlah uang pada pemujanya, atau bahkan nekad menemuinya agar rasa penasaran dan percintaannya terpuaskan.
Mencari popularitas adalah bahan bakar utama untuk mendukung tujuan yang diinginkan oleh sang tokoh, dengan popularitas dia bisa mendapatkan dukungan lebih. Misalnya dalam salah satu kontes idola yang telah mendunia. Di sinyalir ternyata ada kontestan yang sengaja mempublish foto2 naked demi mencari popularitas, agar pemirsa lebih mengenalnya lewat keindahan tubuhnya bukan dari kualitas vokal nya.
Semua manipulasi ini merupakan hasil rekayasa dari kreatifitas manusia yang tak terbatas, tak lepas dari kepentingan yang di tuju. Tanpa disadari sebenarnya manusia sedang memanipulasi dirinya sendiri, membuat kebohongan-kebohongan bagi diri, Sang Pencipta atau bahkan publik. Tentu saja manusia harus bisa mempertanggungjawabkannya di hadapan hati nurani (diri), Sang Maha Melihat (God), masyarakat (publik). Parameternya adalah apabila kita sudah pintar memanipulasi publik maka, sangatlah mudah untuk memanipulasi diri dan tuhan. Karena eksistensi diri sebagai mahlukNya, dan Eksistensi masyarakat sebagai kumpulan dari mahluk-mahlukNYa telah mampu kita bohongi dengan kebohongan yang dilakukan pada hati nurani sebagai Esensi. Lantas dimana eksistensi diri bila esensi telah kita manipulasi ???
(ga sedikit orang-orang jujur yang aku temui di dunia maya, mereka mengabdikan diri sebagai sumber ilmu, cahaya yang memberikan pencerahan, sumber dari segala sumber air mata kehidupan……halah jadi ngelantur uy)
thx to DJbdg4 for a discussion
Follow through
Make your dreams come true
Don’t give up the fight
You will be alright
‘Cause there’s no one like you in the universe
Don’t be afraid
What your mind conceives
You should make a stand
Stand up for what you believe
And tonight
We can truly say
Together we’re invincible
During the struggle
They will pull us down
But please, please
Let’s use this chance
To turn things around
And tonight
We can truly say
Together we’re invincible
Do it on your own
It makes no difference to me
What you leave behind
What you choose to be
And whatever they say
Your souls unbreakable
During the struggle
They will pull us down
But please, please
Let’s use this chance
To turn things around
And tonight
We can truly say
Together we’re invincible
Together we’re invincible
During the struggle
They will pull us down
Please, please
Let’s use this chance
To turn things around
And tonight
We can truly say
Together we’re invincible
Together we’re invincible
Pernahkah kita mengorbankan perasaaan, semata-mata hanya untuk mengikuti keinginan orang-orang yang kita cintai…..???
Aku perlu mendefinisikan kembali arti cinta dan perasaan untuk menjawab pertanyaan diatas;
Apakah perasaan berbanding lurus dengan cinta ? Ataukah cinta hanya bagian dari perasaan? Apakah keduanya melebur dalam satu makna ? Bagaimana bila perasaan /cinta telah hilang, dan semuanya menjadi ~netral~ hingga tak ada kebahagiaan dalam sebuah ikatan…..???
Hampir kudapatkan semua jawaban itu dalam sebuah novel yang baru selesai kubaca tadi malam. Seharusnya kemarin malam ku temui akhir perjalanan sang penulis "The Zahir" untuk menemukan kembali cintanya yang hilang, namun ternyata sebuah realita menunda, equivalen atau bahkan menjungkirbalikan isi cerita fiksi dalam Zahir ???
Hanya sebuah obrolan lewat tengah malam yang kulalui bersamanya, seperti biasa… sebuah diskusi tanpa arti,,, satu jam berbagi hati,,, pencarian makna akan kehidupan yang sedang kita lalui.
(Awalnya aku merencanakan tulisan ini sebagai adopsi ~the zahir~ berdasarkan persepsi ku sendiri. Namun sebuah ‘petanda’ datang tiba2 -seolah-olah mengajakku membicarakan apa yang akan kutemui di akhir cerita- dia datang untuk sebuah curahan hatinya….maap aku menulis cerita hidupmu dalam postingan ini kawan)
Bibit perasaan yang sekian lama dia pupuk, sebuah penantian akan kepastian cinta. Menghabiskan beribu detik penantian panjang hingga membuatnya seakan hidup dimasa lalu. Ternyata cinta mampu menghidupkan kenangan, menjadi sebuah impian yang senantiasa menjadi teman dalam keseharian…..namun apa yang dia rasakan ketika impian itu datang dan berubah menjadi kenyataan…..
>: Biasa…..nol…..kosong….gak ada perasaan apapun….
<: aku pun heran (sambil garuk2 kepala mencoba mengajukan pertanyaan) jadi selama ini apa yang kau tunggu dalam penantian, bila perasaan itu kau definisikan dalam sebuah kata yaitu nol ?
>: Memang dulu aku berharap dia datang untuk menyatakan isi hatinya dan memintaku untuk menjadi pasangan hidupnya, aku selalu penasaran akan pernyataan ini. Aku bingung dengan sikap diam seribu bahasa yang dia miliki, aku merasakan tantangan hingga lahir sebuah ungkapan "bila dia tidak peduli kepadaku akan ku buktikan bahwa aku peduli padanya, dan aku bisa membuat dia jatuh cinta padaku".
<: aku fikir realita ini mirip sekali dengan "Zahir" yang terus mengikuti hingga menghantui penulisnya….hahaha damn,,,, blom selesai ku baca harus kuterjemahkan dalam cerita hidup kawan ku ini….
>: Ketika ikatan ini ku terima dalam sebuah simbol yaitu cincin. Yang ada hanyalah sebuah perasaan biasa. Dia seperti seorang kawan, sahabat yang datang dan menghampiriku. Dia datang untuk berkunjung, mengikatku, selebihnya hanya sebuah pertemanan tanpa perasaan cinta yang dulu ku cari dalam dirinya.
<: tak habis fikir (aku terus garuk kepala…bukan karena bingung, bener2 gatel blom keramas sepulang main bola) Jadi kenapa kau mau menerima dia sebagai calon pasangan hidupmu ?
>: Aku menerimanya karena sebuah pengorbanan memang harus di lakukan. Terutama bagi orangtuaku khususnya ibu, sedangkan dia….. aku tak peduli akan eksistensi dirinya (karena kadangkala aku pun merasa begitu di hadapan dirinya).
<: Hmmmppp sebuah pengorbanan…..wedannnn…..mungkinkah pengorbanan ini lahir dari sebuah tuntutan…..
>: terlalu banyak iklan yang menganjurkan agar kita membeli ini dan itu, berbuat ini dan itu. Iklan2 itu menyuruhku agar segera mencari pasangan, mengingat usia beranjak dewasa, mengingat orang2 sudah terlalu banyak berbicara tentang keperawanan yang tak kunjung menemukan keperjakaan. Dan aku sebagai peran utama dalam cerita itu, di sponsori oleh iklan2 yang ujung2 nya meminta agar cerita berakhir bahagia.
<: Tapi tidak semua cerita membutuhkan iklan, pernahkah kita melihat iklan bila nongton pelm di bioskop ?
>: Memang tidak ada….jawab dia. Untuk beberapa hal aku sudah bisa terbebas dari iklan itu (diantaranya hoby fotografiku, mereka tak kan bisa membatasiku untuk satu hal ini), tapi untuk sebagian besar hidupku tergantung dari iklan2 itu. Jadi mau tidak mau aku harus mengorbankan perasaan ini…
<: Ok! kita ambil sisi positifnya.
<: 1. Kamu dah dekat dengan impian mu dulu, meskipun kenyataannya berbicara lain
2. Orang tua selalu menginginkan kebahagiaan pada anaknya, dengan pernyataan yang mereka ungkapkan padamu itu bagian dari kasih sayang mereka.
3. Kamu bisa melepaskan tuntutan mereka bila kamu sudah bersamanya sebagai pasangan hidup.
>: Bukan mereka (orang tua) yang akan menikah dengan dia, tapi aku. Aku akan menjalani sisa hidupku dengannya. Bagaimana dia bisa membebaskan, bila saat ini pun aku merasa bahwa aku tidak membutuhkan dia, dan aku tidak merasa tergantung pada dirinya, aku kehilangan perasaan pada dirinya. Apalagi nanti…..
<: nanti itu belum kau jalani kawan…..itu hanya asumsi dirimu saat ini, prasangka yang kau bayangkan sebelum terjadi. Tak perlu kau bayangkan, kita tidak tahu apa yang kan terjadi nanti. Kita hanya berusaha menjalani karena kepastian hanyalah Milik DIA semata.
>: Sekarang pun telah terjadi. Tadi malam dia datang dari jam 7-10, hanya datang dan diam. Memang aku sedang sibuk mengerjakan foto2ku, dan dia hanya duduk di sampingku melihatku….mengotak-ngatik HP ku dan pulang.
<: Aku ga percaya apa yang kau katakan! Masa orang datang dan berkunjung selama kurang lebih 3 jam tanpa ada sesuatu yang di bicarakan. Tak ada yang bisa di diskusikan, hanya melihat layar monitor dan diam. Seakan pertemuan 2 jiwa itu hanyalah jiwa2 mati, karena jiwa yang mati tak lebih dari sebuah benda mati.
<: Dan bila yang kau katakan tentang dia benar, mungkin dia menghargai mu, menghargai pekerjaanmu dan tidak mau mengganggu kesibukan mu. itu tandanya dia mengerti perasaanmu….
<: Atau cobalah kau ungkapkan perasaanmu, keinginanmu pada dia. Agar dia tidak diam seribu bahasa, agar dia tahu apa yang kau tahu, merasakan apa yang kau rasa.
>: Sudah….. tapi tetap dia tak berubah. Tetap diam dalam bahasa yang tak kumengerti.
<: Kalau begitu kau harus bisa menerimanya,,,mungkin itu memang pembawaan dirinya, karakter yang tak mugkin berubah dalam waktu singkat.
<: Kalau boleh aku mengajukan solusi yang real padamu…….. izinkan aku berbicara dengan dia……..Meskipun sebenarnya aku paling tidak suka ikut campur urusan orang lain, apalagi masalah pribadi dimana aku tidak menjadi bagian darinya.
>: MAAF aku telah melibatkan dirimu dalam masalahku….
(aku fikir kau harus membaca Zahir, karena perasaan kosong itulah yang akhirnya di temukan penulis dalam perjalanan menemukan cintanya yang hilang)
Perasaan bahwa Kau dan dia bukan siapa-siapa, perasaan nihil…..bahkan tanpa kata perasaan di dalamnya. Apalagi cinta yang tidak membutuhkan tuntutan, keinginan, pemaksaan. Karena cinta hanyalah untuk cinta.
Terima kasih untuk semua petanda yang telah KAU berikan padaku, aku lebih yakin pada cintaMu.
Sungguh ajaib…….pemberi buku menyarankan agar aku berbagi buku ini dengan orang yang menitipkan sebagian cerita hidupnya padaku.
Adopted from: the zahir-footnote pemberi buku-cerita psycho
