You are currently browsing the monthly archive for July, 2007.

I have no parents; I make the Heavens and the Earth my parents.
I have no home; I make the Tan T’ien my home.
I have no divine power; I make honesty my Divine Power.
I have no means; I make Docility my means.
I have no magic power; I make personality my Magic Power.
I have neither life nor death; I make A Um my Life and Death.

I have no body; I make Stoicism my Body.
I have no eyes; I make The Flash of Lightning my eyes.
I have no ears; I make Sensibility my Ears.
I have no limbs; I make Promptitude my Limbs.
I have no laws; I make Self-Protection my Laws.

I have no strategy; I make the Right to Kill and the Right to Restore Life my Strategy.
I have no designs; I make Seizing the Opportunity by the Forelock my Designs.
I have no miracles; I make Righteous Laws my Miracle.
I have no principles; I make Adaptability to all circumstances my Principle.
I have no tactics; I make Emptiness and Fullness my Tactics.

I have no talent; I make Ready Wit my Talent.
I have no friends; I make my Mind my Friend.
I have no enemy; I make Incautiousness my Enemy.
I have no armour; I make Benevolence my Armour.
I have no castle; I make Immovable Mind my Castle.
I have no sword; I make No Mind my Sword.

Adakah hubungan antara cinta dan sepakbola? Bola itu bulat, bundar dan berisi….begitukah cinta ? menurut symbol cinta gak seperti itu, bentuk hati bukanlah sebuah wujud bulat. Namun bulatan yang terbelah d ujung atas dan mengerucut di ujung bawah……..alamak susah amat mendeskripsikan bentuk cinta dalam wujud 3D. Untuk mempermudah aku ambil fenomena bola dalam sepakbola ja, ga pa pa kan ? ma ma juga boleh he he he

Bola yang di sepak, di tendang dan di perebutkan di lapangan rumput mampu menyihir penonton nya hingga cinta bola. Padahal bola hanyalah alat/media agar permainan sepak terjang ini dapat di lakukan. Bola tak lebih dari sebuah karet yang ditiup kemudian di lapisi kulit sintetis agar enak untuk di tendang kesana-kemari, ujung-ujungnya sih untuk di tendang ke dalam gawang. Para pemain bola sudah pasti harus cinta bola, terbukti dengan aksi mereka mengejar-ngejar bola kemana pun bola menggelinding.
Para pecinta bola tak mau kalah dengan pemain dalam mengandrungi bola, mereka berduyun-duyun menyaksikan sebuah bola yang– sungguh kasihan–dikejar-kejar oleh 22 pemain bola. Para pecinta bola bahkan bisa lebih gila bola daripada pemain bola. Gara-gara gawangnya tim yang didukungnya kemasukan bola lawan dan berujung dengan kekalahan, kerap kali menyebabkan pecinta bola mengamuk karena kecintaan mereka pada bola diakhiri oleh kekecewaan.
Cinta pada satu bola bisa mengakibatkan kebencian dan permusuhan pada manusia. Bukan cinta bola kaleee, cinta pemain/tim idolanya mungkin……… Yoi itu juga include dalam cinta bola. Kalau gak cinta bola, gak mungkin mereka bisa cinta sama pemain atau tim kesayangannya.
Para pecinta tidak salah bila dikatakan pendukung fanatik sebuah tim sepakbola, hingga mereka rela berkorban apapun untuk tim kesayangannya. Sedari awal para pecinta di uji kesetiaannya; nonton bola membeli tiket menggunakan uang sendiri; mereka tetap setia duduk di atas tribun meski cuaca terik atau hujan lebat, tetap teguhdengan kostum dan aksesoris tim melekat pada tubuhnya; dibarengi dengan keikutsertaan mereka dalam sebuah komunitas pecinta bola yang rutin saban pulang dari stadion melakukan konvoi keliling kota. Semua itu merupakan wujud kecintaan seseorang pada bola. Bahkan tak jarang terjadi bentrokan fisik melawan pecinta bola dari tim lain yang menjadi rival atas tim kesayangannya. Sebuah wujud kecintaan yang membabi buta pada bola.
Siapakah yang menciptakan bola, hingga dia bisa begitu berkuasa mengendalikan para pecinta nya ?
Kecenderungan manusia untuk mencintai sesuatu memang tak bisa disalahkan, karena tanpa rasa cinta manusia tidaklah layak disebut sebagai seorang manusia namun……
Aku ingin mencintaiNya seperti para pecinta bola mencintai bola.
Aku ingin menjadikan cintaNya sebagai satu-satunya cinta, seperti bola yang diperebutkan oleh para pemain bola.
Aku ingin mencintai cintaNya dengan bulat dan utuh.
Salahkah aku ?

Anyway klo da yg taw sejarah sepakbola, beritahu akuuu dunkssss!!!

"Make the lie big,
make it simple,
keep saying it, and
eventually they will believe it"

Adolf Hitler

Akhirnya kita harus memilih. Ya…..menentukan pilihan untuk meninggalkan seorang teman, atau mentransformasikan teman menjadi musuh kehidupan berdasarkan asumsi yang sebelumnya terbentuk dalam benak yang dipenuhi materi kehidupan mapan. Hingga lahirlah sebuah ungkapan kehilangan satu teman untuk ‘dikorbankan’ sebagai injakan tidaklah mengapa, karena banyak orang yang lalu-lalang bisa dijadikan teman. Sesungguhnya teman hanyalah teman, teman bukanlah seorang sahabat –tidak lebih dari teman seperjalananTrain_station_1
dalam moda transportasi– kita sapa bila dia mau, kita tinggalkan bila dia beranjak pergi.

Manusia senantiasa berteman dengan kesepian juga kesendirian, wajarlah….. dalam rahim ibu senDIRI, hidup tanpa ikatan sosial cukup senDIRI, mati senDIRI.
Diri, DIri, DIRi, dan DIRI…..dimana temanmu berada ???
 

Walking_down_the_street
Coba bayangkan teman….. !!! sejak matahari terbit sampai terbenam mata bapak……ups. Ini jokes dari seorang teman tentang profesi "iburumah tangga", yang setiap harinya berteman dengan anak,suami,dan berbagai peralatan rumah tangga. Mungkin bagi kebanyakan teman perempuanku yang notabene seorang wanita karier, jabatan ibu RT tak layak disebut sebagai sebuah profesi.
"Emangnye gw emak-emak yang saban hare cume ngurusin dapur ame kasur, itu sih same aje dengan pelayan buat misua… hare gene jadi waiters, gak sudi lha yaw" sergah temannya teman perempuanku kala arisan disebuah kafe ternama.

Ternyata lebih nyaman berteman dengan banyak hal yang membuat manusia bahagia, daripada berteman dengan hal yang mendatangkan duka –manusiawi sekaleee,,, gw bangett gto looooh– karena, manusia lebih menikmati
tenangnya kehidupan daripada konflik. Akhirnya teman satu atap tak lagi dijadikan "teman" bicara, bersenda gurau, berbagi cerita, berpandangan 4 mata, apalagi berdiskusi tentang cinta.
Namun seorang pendaki bukanlah orang yang senang menyusuri perjalanan menurun juga
landai, dia akan tetap memilih memanjat meski sukar menggapai tebing-tebing curam dihadapannya. Dengan bekal keyakinan  bahwa  diatas puncak terbentang birunya langit  harapan.

 

I need an easy friend
I do, With an ear to lend
I do, Think you fit this shoe
I do, Won’t you have a clue

I take advantage while
You hang me out to dry
But I can’t see you every night free
…I do

I’m standing in your line
I do Hope you have the time
I do Pick a number too
I do Keep a date with you

I take advantage while
You hang me out to dry
But I can’t see you every night free

I need an easy friend
I do With an ear to lend
I do Think you fit this shoe
I do Won’t you have a clue

I take advantage while
You hang me out to dry
But I can’t see you every night,
no I can’t see you every night…
free

I do…

I do…

I do…

I do…

By: Nirvana

Lonely_1
Adakalanya manusia perlu berteman dengan kesepian dan mulai mencoba bersahabat dengan kesendirian, setelah sekian lama bergelut dengan kesibukan. Rutinitas –disadari atau tidak– menyita separuh waktu hidup juga merampas jatah umur manusia. Rutinitas merupakan rangkaian aktivitas, dan setiap aktivitas tentu membutuhkan teman –seseorang atau sesuatu yang ‘klik’ berinteraksi dengan keinginan jiwa,akal dan hati– tanpa teman manusia kesepian dalam kesendirian. Manusia membutuhkan teman untuk menghabiskan sisa ruang dan waktu yang ia miliki dalam rutinitas hidupnya. Seorang teman yang sudi untuk merampas kedirian dan sanggup membunuh kesepian.

Seorang pembaca berteman dengan buku, seorang penulis berteman dengan
tuts keyboard, seorang pemikir berteman dengan jalan pikiran, seorang
petualang berteman dengan tantangan, seorang nomad berteman dengan
kepindahan, seorang penidur berteman dengan mimpi,  seorang yang
dinamis berteman dengan pergerakan, seorang martir berteman dengan
kematian.
Temannya temanku memiliki seorang teman yang mempunyai
ciri-ciri seperti diatas, mungkinkah temannya temanku itu tidak
membutuhkan teman lagi ?
Dalam kehidupan, teman itu bukanlah hanya
eksistensi seorang manusia……

Terbukti… ada temannya temanku memiliki seorang teman
yang berteman dengan buku, tuts keyboard, jalan pikiran, tantangan,
kepindahan,pergerakan, mimpi dan kematian.   

  • Apakah ungkapan "memiliki teman seribu orang tidaklah cukup, namun memiliki musuh satu orang terlalu banyak" masih relevan dengan kenyataan hidup saat ini ?
  • Apakah disaat dunia saling terkoneksi kita ‘wajib’ untuk mencari teman dan ‘haram’ untuk mencari musuh ?
  • Mungkinkah suatu saat  teman berubah menjadi musuh, atau sebaliknya seorang musuh berubah menjadi teman ?

Hai teman-teman…..
pada siapa aku harus mencari jawaban atas semua pertanyaan ini ?

  • Apakah pada situs yang memiliki kapasitas database teman sampai 19 juta ??? (“As the largest social networking site on the Web, Friendster’s 19 million registered users rely on a system that handles over one billion database queries a day,” said Dave Kochbeck, director of technology at Friendster. “We have found MySQL running on SUSETM Linux to be the ideal combination for us. With the availability of MySQL Network direct from Novell, many more customers will now benefit from affordable, enterprise-grade database technology backed by Novell’s world-class support team.”)

Apakah aku membutuhkan teman dalam dunia maya…..???
sebuah dunia yang kian menggurita, dan ternyata….. gurita itu selama ini hidup di alam pikiran sadar/bawah sadar seorang manusia maya ?
what the hell are we ?