You are currently browsing the monthly archive for October, 2007.

Meter
               Ga kerasa dah 777 angka yang tercantum dalm die diaries. Meteran parkir seh mank menunjukan angka segitu, tapi blog nie kn lahir sebelum itu. Sejak saat perkenalan itu, saat dimana ide atw ilham ya…..wait a scd ? Hmmmm…mungkin bukan keduanya. Saat-saat penulis mengenal sesosok mahluk jadi-jadian, dibilang jadi nampaknya setengah jadi namun kejadian yang terjadi bukanlah sebuah kebetulan. Penulis percaya bahwa di dunia ini tidak ada satu hal pun yang jadi karena faktor ketidaksengajaan/kebetulan. Just say maybe…..mungkin dah da masterplan nya dari Dia kaleee.
            Wah sekarang jadi banyak berubah dan berbuah neh! Berapa milyard detik waktu yang pernah kita lewati ? berapa juta ketikan huruf di keyboard ? cape ndiri kale kalo di itung-itung, lagian emang kita bisa ngitung ?
Sekarang jadi banyak bicara tentang Dia, Cinta dan perwujudan Cinta pada Dia.
Sekarang jarang banget curhat tentang segala tetek bengek masalah RT.
Sekarang dah tambah dewasa meski sebenarnya dalam diri kita ada sosok anak kecil yang doyan maen dan becanda.
Sekarang jadi lebih aware ma semua hal, atw mank dari dulu juga gitu y ? klo dulu seh keliatan lbh banyak cuek nya dari pd peduli.
Sekarang jadi sedikit lebih tidak emosional, dalam artian lebih bisa mengendalikan emosi. Musti banyak terapi kalee, pasti ikutan anger management ? wkwkwkwkwk
Lumayanlah ga seperti dulu saat kita ketemu, di provokasi dikit langsung nyolot. Di ledek dikit lalu meledak. Di sindir dikit bales maki-maki plus ludah sini ludah sana.
Katanya sekarang juga dah menemukan kesejatian diri ? cinta sejati ? Cieeeee!!!
Klo ditanya, malah ngehindar. Lalu bilang, aku juga ga bisa menjelaskannya. Orang lain pasti gak kan bisa ngerti, orang lain pasti anggap aku aneh.
Penulis seh cuma bisa memberi saran, sebuah kata-kata indah yg penulis kutip dari seorang gamers bila kesal menghadapi lawannya–"WTF"– yg arty ny "wat de fak".
Biarlah kafilah menggonggong yang jelas anjing tetap berlalu…..lho koq ? ga kebalik mas ???

Satu hal lagi yang bikin penulis bahagia. At least…..setelah 2 yrs sang aku dlm zahir mo menyertai esther dlm perjalanan dirinya.  So glad after read that story. Kirain mo honey moon kedua ? Hehehehe….. masa seh cuma mengabadikan sang fotografer.
Berbagai cerita dlm diari ini berawal dari sebuah "tuntutan" untuk menuliskan kembali apa yg tertulis pada zahir, juga sebagai officium nobile untuk menuliskan kembali catatan kehidupan yang telah kita lalui.
Thx buat mahluk jadi-jadian yang telah sudi menjadi teman dalam perjalanan ini. Senang bisa berkenalan dengan mu kawan. Oh ya ampir lupa, dapet salam tuh dari Dieu, Dik dan Dra.

                   Bapak (alm) bukanlah seorang pecinta alam atau lingkungan hidup. Namun beliau dibesarkan dlm sebuah lingkungan gersang dimana lahan persawahan dieksplotasi hingga menjadi tanah tandus. Disana tanah diperjualbelikan dalam arti sesungguhnya, yaitu dikeruk kedalam truk kemudian diangkut guna kebutuhan produksi. Konon katanya, tanah disana mengandung kadar lempung tinggi. Hingga berdirilah pabrik-pabrik penghasil genting, bata, dan keramik, yang tidak hanya menyerap lempung tanah, namun menghisap petani untuk berpartisipasi dalam sentra industri. Industri ini masih menggunakan tungku sebagai media pembakaran, maka dibutuhkan kayu sebagai bahan bakarnya. Pemilik kebun kemudian berduyun-duyun menjual batang demi batang pohon hidup yang dimiliki  demi suksesnya proses produksi. Setelah semua pohon dipangkas, kemudian muncul potensi ekonomi baru yaitu batu. Ternyata bukit-bukit disana kaya akan batu-batu besar untuk bahan pondasi bangunan. Tak ayal bukit gundul itu pun dijual kepada perusahaan penambangan untuk kemudian di hancurkan. Kebutuhan pembangunan perkotaan membutuhkan beberapa buah bukit yang akan disulap menjadi pencakar langit. Saat ini gedung-gedung perkantoran, apartemen dan hotel berbintang hasil karya cipta manusia sedang berusaha mencakar langit. Nampaknya gunung dan bukit sebagai pasak bagi bumi sudah tidak diperlukan lagi. Karena tidak adanya kestabilan bergeraklah lapisan kulit bumi, dan bergoyanglah para pencakar langit modern yang juga katanya memiliki struktur bangunan tahan gempa.
                   Entah mendapat ide dari mana, saat kelahiran anak lelaki (kakak, aku dan adik) terfikir oleh bapak untuk menanam pohon di depan halaman rumah. Pernah beliau bercerita kepadaku bahwa pohon jambu air ditanam ketika kakak lahir, pohon cengkeh  ditanam ketika aku lahir, dan pohon belimbing ditanam ketika adik lahir. Saat itu aku tak peduli, yang lebih penting bagiku adalah memanjat pohon untuk makan buah jambu kala musim berbuah tiba. Aku dan kakak disuruh memetik buah diatas pohon untuk kemudian dibagikan kepada tetangga sekitar rumah. Kebanyakan jambu jatuh dari pohon karena terlalu matang. Saking lebat buah jambu saat itu, tak heran ketika pohon di naiki beramai-ramai buahnya berjatuhan ke selokan dan jalan. Hingga ibu-lah yang bertugas menyapu semua sampah itu.
                    Pohon belimbing saat itu masih pendek, meskipun sudah rimbun buahnya masih sedikit. Beberapa orang minta buah belimbing karena khasiatnya sebagai obat penurun tekanan darah tinggi. Belimbing muda, meski rasanya sedikit masam namun menyegarkan tenggorokan. Ketika belimbing terlalu matang diatas pohon, sebuah keajaiban terjadi. Kehidupan kecil lahir dan menggeliat  di dalam, mereka hidup di dalam buah. Maka hanya air belimbing yang ku minum, sisanya kubuang untuk makanan ulat-ulat putih itu.
                    Satu kejadian yang selalu kuingat dalam hidupku. Suatu saat bapak merencanakan untuk membuat sebuah paviliun disamping rumah, memanfaatkan halaman rumah yang tidak terpakai. Tempat dimana pohon cengkeh tumbuh. Setelah kedatangan orang yang memborong cengkeh, pohon cengkeh yang sedang matang memerah pun di tebang. Buahnya di ambil sampai tak tersisa, akarnya dihanguskan demi pembangunan paviliun rumah.
                    Pohon mungkin sebuah harapan kehidupan baru bagi bapak. Pohon jambu, cengkeh dan belimbing adalah kehidupan. Mahluk baru yang hidup dan tumbuh di alam. Di rawat dengan siraman air hujan, berjemur dibawah teriknya matahari dan kokoh karena terpaan angin kencang. Manusia disekeliling ikut merasakan buah yang dihasilkan oleh pohon. Namun satu hal yang baru kusadari sekarang, pohon cengkeh tidaklah ditakdirkan untuk hidup lama. Cita-cita dan harapan bapak untuk menikmati buah cengkeh tidaklah terlaksana. Karena kehidupan tidak menghendaki pohon itu tetap tumbuh. Karena teknik membangun struktur bangunan tidak lah menjadi pilihan hidup saat ini.  Aku lebih memilih untuk menanam akar pohon itu di dalam jiwaku, agar buah cengkeh yang harum bisa kunikmati dengan beberapa batang tembakau sebagai teman bernafas, untuk menghirup udara yang belakangan ini semakin kotor karena pencemaran.

Hari ini, hari esok dan hari nanti juga hari-hari yang akan kita lewati mungkinkah dapat kita ketahui.
Demi peristiwa yang menjadi misteri dan demi kejadian yang tak tahu pasti, akankah manusia bisa memiliki ilmu pengetahuan tentang hari ?

Enthusiasm (Ancient Greek: ἐνθουσιασμός enthousiasmos) originally meant inspiration or possession by a divine afflatus or by the presence of a god.
Johnson’s Dictionary divines enthusiasm as "a vain belief of private revelation; a vain confidence of divine favour or communication."
In current English vernacular the word simply means intense enjoyment, interest, or approval.

Dalam bahasa Yunani, enthusiasm (antusiasme) berasal dari kata En (di dalam) dan Theos (Dia Sang Pencipta). Jadi akar kata Enthusiasm adalah God or Spirit Within You (Semangat dan Kasih Dia yang ada dalam diri kita).
Pengertian umum dari antusiasme adalah sikap cerah, ceria, gembira dan semangat berapi-api yang datang dari dalam.

"Tiada keberhasilan tanpa antusiasme"

Thx to Mbak Wikipedoi

"You were born to win, but to be a winner, you must plan to win, prepare to win, and expect to win."

"You’ve got to ‘be’ before you can ‘do’, and you’ve got to ‘do’ before you can ‘have’."

"Your attitude, not your aptitude, will determine your altitude."

Thriangular Theory of LOVE
Pictriangular_theory_of_love_imagegif

Di dalam teori ini, cinta digambarkan memiliki tiga elemen/komponen yang berbeda, yaitu : keintiman (intimacy), gairah/nafsu (passion), dan kesepakatan/komitmen (commitment).
Teori ini dikemukakan oleh Robert Sternberg – seorang ahli psikologi.
Berbagai gradasi maupun jenis cinta timbul karena perbedaan kombinasi
di antara ketiga elemen tersebut. Suatu hubungan interpersonal yang
didasarkan hanya pada satu elemen ternyata lebih rapuh daripada bila
didasarkan pada dua atau tiga elemen.

Berdasarkan "Triangular Theory of Love", terdapat tujuh jenis (wajah) cinta :
Menyukai (liking) atau
pertemanan karib (friendship), yang cuma memiliki elemen intimacy.
Dalam jenis ini, seseorang merasakan keterikatan, kehangatan, dan
kedekatan dengan orang lain tanpa adanya perasaan gairah/nafsu yang
menggebu atau komitmen jangka panjang.

Tergila-gila (infatuation) atau
pengidolaan (limerence), hanya memiliki elemen passion. Jenis ini
disebut juga Infatuated Love, seringkali orang menggambarkannya sebagai
"cinta pada pandangan pertama". Tanpa adanya elemen intimacy dan
commitment, cinta jenis ini mudah berlalu.

Cinta hampa (empty love),
dengan elemen tunggal commitment di dalamnya. Seringkali cinta yang
kuat bisa berubah menjadi empty love, yang tertinggal hanyalah
commitment tanpa adanya intimacy dan passion. Cinta jenis ini banyak
dijumpai pada kultur masyarakat yang terbiasa dengan perjodohan atau
pernikahan yang telah diatur (Era Siti Nurbaya dan Datuk Maringgih?)

Cinta romantis (romantic love). Cinta jenis ini memiliki ikatan emosi dan fisik yang kuat (intimacy) melalui dorongan passion.

Cinta persahabatan sejati (companionate love).
Didapatkan pada hubungan yang telah kehilangan passion tetapi masih
memiliki perhatian dan intimacy yang dalam serta commitment. Bentuk
cinta seperti ini biasanya terjadi antar sahabat yang berlawanan jenis.

Cinta semu (fatuous love),
bercirikan adanya masa pacaran dan pernikahan yang sangat bergelora dan
meledak-ledak (digambarkan "seperti angin puyuh"), commitment terjadi
terutama karena dilandasi oleh passion, tanpa adanya pengaruh intimacy
sebagai penyeimbang.

Cinta sempurna (consummate love),
adalah bentuk yang paling lengkap dari cinta. Bentuk cinta ini
merupakan jenis hubungan yang paling ideal, banyak orang berjuang untuk
mendapatkan, tetapi hanya sedikit yang bisa memperolehnya. Sternberg
mengingatkan bahwa memelihara dan mempertahankan cinta jenis ini jauh
lebih sulit daripada ketika meraihnya. Sternberg menekankan pentingnya
menerjemahkan elemen-elemen cinta ke dalam tindakan (action). "Tanpa
ekspresi, bahkan cinta yang paling besar pun bisa mati" kata Sternberg.

Non Love,
adalah suatu hubungan yang tidak terdapat satupun dari ketiga unsur
tersebut. hanya ada interaksi namun tidak ada gairah, komitmen, ataupun
rasa suka.   

manusia selalu dinamis, demikian pula
kehidupannya, maka relationship yang terjalin dalam hidup manusia juga
dinamis. pengalaman hidup dan proses hidup bisa merubahnya, demikian
juga cinta yang dirasakan, bisa sajapada awalnya hanya Liking, kemudian
seminggu berikutnya hanya passion, dan terus berubah karena tempaan
hidup.

Disadur dari tulisan mas Brillian. Thx Boss teorinya boleh juga !!!

Latin oneirologia from oneiros dream + -logy = The study that relates with dreams

Mimpi adalah pengalaman yang melibatkan penglihatan, pendengaran, dan indra-indra lain dalam tidur.
Kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata, dan
di luar kuasa pemimpi. Pemimpi juga dapat merasakan emosi ketika
bermimpi, misalnya emosi takut dalam mimpi buruk.

Begitu banyak impian yang menjadi kenyataan. Sebutkan saja beberapa diantaranya. Ketika manusia ingin terbang maka terciptalah pesawat terbang. Ketika manusia membutuhkan cahaya permanen maka terciptalah bola lampu. Ketika manusia mempunyai keinginan mempelajari bulan maka terciptalah pesawat antariksa. Ketika manusia berupaya mengkompresi ruang dan waktu untuk berkomunikasi maka terciptalah telepon genggam. Ketika bumi terhubungkan oleh kabel serat optik dan satelit maka terciptalah jaringan internet.   
Suatu keajaiban tidaklah pernah terjadi bila manusia tidak memiliki impian.

Mimpi menurutku berbeda dengan impian . Mimpi hanyalah bunga tidur, sebagai anugrah yang diberikan pada saat tubuh membutuhkan istirahat. Namun beberapa orang mempercayai bahwa mimpi memiliki makna dan petanda. Beberapa orang berilmu juga percaya bahwa mimpi  adalah  sebuah  kondisi  sadar dalam alam bawah sadar.  Yeahhh…..Whatever!!!
Sedangkan impian ialah keinginan terbesar yang masih absurd dan belum terwujud dalam kehidupan nyata. Seringkali impian mengendap dalam alam bawah sadar hingga akhirnya hanya bertransfomasi menjadi mimpi. Impian yang akhirnya menjadi langkah nyata hanyalah sebuah cita-cita.
Yang membedakan antara seorang pemimpi dan pengejar cita-cita hanyalah satu kata yaitu, bagaimana…..bagaimana cara untuk membumikan impian agar tidak terus-menerus terbang mengawang. Dan satu-satunya alasan untuk menjadi bahan bakar mimpi agar tetap  hidup adalah satu kata yaitu, mengapa…..mengapa saya harus mengubah impian menjadi cita-cita.

Oneirology mungkin hanya mempelajari mimpi, bukan impian. Nampaknya saat ini perlu ada disiplin ilmu baru, yaitu ilmu untuk mempelajari impian (Impianology). Sehingga setiap orang bisa mengetahui impian terbesarnya dan cara mewujudkan nya. Beberapa orang yang sudah mempelajari impianology–tidak sebatas pelajar tapi juga praktisi– berusaha membantu orang lain mewujudkan impian menjadi kenyataan.   


Orang bilang hari ini adalah momen yang tepat untuk saling memaafkan. Saling bersalaman untuk melebur kesalahan yang pernah kita perbuat.
Orang bilang hari ini hari suci, dimana diri kembali menjadi fitri.
Orang bilang hari ini hari kemenangan, kemenangan yang di raih setelah sebulan penuh kita berjuang mengendalikan keinginan.

Hanya satu hari…..untuk memaafkan, menjadi suci dan sebuah kemenangan.
Mengapa hanya untuk satu hari ?
Andaikan setiap hari adalah hari-hari untuk memaafkan maaf, menjadi suci dan sebuah kemenangan…..

MAAF om hanya satu hari…..hari ini sajah…..
Limited "Day" Edition

Allahumma Innaka  ta’lamu anna haadzihil quluuba qodijtama’at `alaa mahabbatik wattaqot `alaa thoo’atik Watawahhadat `alaa da’watik wata’aahadat `alaa nushrorika syariatika Fawatsiqillahumma roobithataha waadimwuddaha Wahdihaa subulahaa wamla’haa binuurika lladzi laa yakhbu wasyroh shuduuroha bifaidhil iimaani bika Wajamilittawakkuli `alaik Wa ahyiha bima’rifatika Waamitha`alaa syahaadati fii sabiilik. Innaka ni’mal maulaa wa ni’mannashiir.

Yaa Allah, You know this hearts meet by the love of you, gathered by the obedience to your commands, united to your will and promise to do your syariah , so strength it Yaa Allah, the binder, make the love eternal, show the path, fill it with your light that won’t off, wide the chests by faith in you and total surrender to you.
Live it by knowing you and let it die by syahid in your path. You are the best guard and the best helper.