Aku-Sang Anak
July 14, 2008
Aku diam dalam bayangan warna abu yang menutupi sekujur tubuhku. Kaku…..kala kaki tak membawaku berjalan melalui area penuh ragu. Sepanjang umur aku tahu bahwa ketenangan, kebahagiaan, kedamaian tak dapat tergantikan oleh sesuatu yang semu. Seperti saat tubuh mengalami dehidrasi, fikiran kadangkala mati, hingga akhirnya ilusi menghampiri lalu mengatakan bahwa di ujung cakrawala terdapat samudera di tengah sahara.
Anak gembala dalam perjalanan menjelajahi takdirnya mencari piramida, berhenti sejenak mengistirahatkan langkahnya di sebuah oasis. Saat-saat penuh makna ketika ia menemukan cinta tumbuh di tengah kegersangan lautan pasir. Sebuah adegan menimba air dari sumur kering, saat tatapan mata bertemu tatapan mata, ketika ekspresi diri bersembunyi dari keramaian menjadi sebuah ritual kehidupan, manakala penghuni gurun melepas kepergian dalam penantian.
Sang anak akhirnya memilih kebebasan disertai sebuah janji untuk kembali menemui. Hingga kelak apapun yang terjadi, maka Terjadilah kehendakNya.
Leave a Reply