You are currently browsing the monthly archive for November, 2008.
aku
Tak akan pernah menagih janji…..
Saat berulang kali lantunkan puja-puji 5 waktu setiap hari
Namun,
Apakah arti sebuah janji bila tak untuk ditepati ?
sanggupkah berharap pada mimpi…..
jika kupercaya semua hal nyata
Nyatanya…..
Secepat waktu berlari
lambat laun tubuh kehilangan kendali
lalu abaikan kesucian jiwa
Bersabda demi sebuah kata…..
Cinta
Berwujud rasa dalam hati
Seringkali berubah dimensi
jadi aksi telanjangi kejujuran diri
Hingga pupuskan keyakinan religi
Mampukah intusi ini kau kelabui ?
tampak terlihat, getar terdengar, sentuh terasa,
terjadilah momentum
terciptalah lingkaran
mendesak, melesat, mempercepat
tak sadari
semua tlah terjadi
Adakah konflik dalam hati, bila diri ingkari janji ?
When you have no light to guide you
And no one to walk to walk beside you
I will come to you
Oh I will come to you
When the night is dark and stormy
You won’t have to reach out for me
I will come to you
Oh I will come to you
Sometimes when all your dreams may have seen better days
And you don’t know how or why, but you’ve lost your way
Have no fear when your tears are fallin’
I will hear your spirit callin’
And I swear I’ll be there come what may
When you have no light to guide you
And no one to walk to walk beside you
I will come to you
Oh I will come to you
When the night is dark and stormy
You won’t have to reach out for me
I will come to you
Oh I will come to you
I will come to you
‘Cause even if we can’t be together
We’ll be friends now and forever
And I swear that I’ll be there come what may
When the night is dark and stormy
You won’t have to reach out for me
I will come to you
Oh I will come to you
We all need somebody we can turn to
Someone who’ll always understand
So if you feel that your soul is dyin’
And you need the strength to keep tryin’
I’ll reach out and take your hand
I’ll reach out and take your hand
Oh I will come to you
When you have no light to guide you
And no one to walk to walk beside you
I will come to you
Oh I will come to you
When the night is dark and stormy
You won’t have to reach out for me
I will come to you
Oh I will come to you
Oh I will come to you
Oh I will come to you
I will come to you,
Oh I will come to you
Hanson
Oh, sweet lungs don’t fail me now.
Your burning has turned into fear.
It drills me in my every step,
I’m moving quick but you’re always on my heels.
Just one more breath, I beg you please.
Just one more step, my knees are weak.
My heart is sturdy but it needs you to survive.
My heart is sturdy but it needs you.
Breathe, don’t you want to breathe?
I know that you are strong enough to handle what I need.
My capillaries scream there’s nothing left to feed on.
My body needs a reason to cross that line.
Will you carry me there one more time?
Steady lungs, don’t fail me now.
I feel you bursting but you won’t let me die.
Fill me up with every step,
I’m feeling sick but I’m leaving it behind.
Just one more breath, I beg you please.
Just one more step, you are not weak.
My legs are sturdy but they need you to survive.
My heart is sturdy but I need you.
Breathe, don’t you want to breathe?
I know that you are strong enough to handle what I need.
My capillaries scream there’s nothing left to feed on.
My body needs a reason to cross that line.
Will you carry me there once more?
Once more.
I have reason to believe that I have victories to taste.
I can feel them on my teeth, upon my lips, and in my chest.
I can roll them on my tongue.
They are more subtle than defeat.
I feel the tension in my lungs,
And every move is fueled by my resolve to…
Breathe, don’t you want to breathe?
I know that you are strong enough to handle what I need.
My capillaries scream there’s nothing left to feed on.
My body needs a reason to cross that line.
Would you carry me there one more time?
Dashboard Confessional
Teruntuk 1st_tea yg terbaring lemah…..
teruntuk suara yang masih kuat bicara
teruntuk tabung yang berdiri menyaksikan helaan nafas demi nafas
teruntuk diri yang teguh menyerahkan semua padaNya
teruntuk yang menyaksikan kesadaran
akan hadirnya kehidupan setelah kehidupan
akan terus kutiupkan doa dan harapan hingga…..
Terputusnya waktu yakin kau kurelakan
Inilah sepenggal rasa sayang yang belum mampu adik ungkapkan dengan lisan
-CB-
The signal is subtle
We pass just close enough to touch
No questions, no answers
We know by now to say enough
With only simple words
With only subtle turns
The things we feel alone for one another
There is a secret that we keep
I won’t sleep if you won’t sleep
Because tonight may be the last chance we’ll be given
We are compelled to do what we must do
We are compelled to do what we have been forbidden
So I won’t sleep if you won’t sleep tonight
Our act of defiance
We keep this secret in our blood
No paper or letters
We pass just close enough to touch
We love in secret names
We hide within our veins
The things that keep us bound to one another
There is a secret that we keep
I won’t sleep if you won’t sleep
Because tonight may be the last chance we’ll be given
We are compelled to do what we must do
We are compelled to do what we have been forbidden
Until the last resilient hope
Is frozen deep inside my bones
And this broken fate has claimed me
And my memories for its own
Your name is pounding through my veins
Can’t you hear how it is sung?
And I can taste you in my mouth
Before the words escape my lungs
And I’ll whisper only once…
There is a secret that we keep
I won’t sleep if you won’t sleep
Because tonight may be the last chance we’ll be given
We are compelled to do what we have to
We are compelled to do what we have been forbidden
‘Cause you will be somebody’s girl
And you will keep each other warm
But tonight I am feeling cold
Sulit sekali berkonsentrasi bila bunyi mendengung masih terdengar diatas kepalaku. Suara mesin dan putaran baling-baling itu bergemuruh, membuyarkan suara lain yang sebenarnya ingin kudengar. Aku memejamkan mata, menajamkan telinga, mencari tahu apa yang menarik untuk didengar dari sebuah percakapan yang terjadi tepat dibelakang punggungku. Samar-samar…..namun masih tetap terdengar, dari sekedar basa-basi sampai diskusi tingkat tinggi. Seperti yang terjadi saat ini.
“ Lho sekarang kan tren nya gitu mbak, semua project dikerjakan sendiri! Sisanya kita cari relawan dan pekerja paruh waktu, biar bisa lebih efektif dan efisien”
“Oooowhh, jadi maksudmu outsource, gitu ? kita cari orang yang mumpuni untuk melakukan pekerjaan ini, sesaat setelah beres, kita kasih fee sesuai dengan kebutuhannya! Itupun tergantung kerelaan kita kan ? Hi..hi..hi”
“Ya, persis seperti itu, semua orang senang, semua kebutuhan terpenuhi, semuanya selesai tepat pada waktunya”
“Oke deh, kita pun gak perlu repot mikirin keinginan mereka, harusnya mereka lebih banyak berterima kasih karena kita kasih kerjaan!”
“Jelas gak perlu pake macem-macem peraturan. Yang penting pekerjaan kita sendiri selesai, lalu kita terima pujian”
Aku merubah posisi tidurku dari menelungkup lalu terlentang. Masih tertidur diatas kasur empuk yang tergeletak berseberangan satu sama lainnya. Satu di sayap kiri dan satu lagi berada di sayap kanan tempat dimana sekarang ku berbaring membelakangi ruang kerja. Panasnya udara disini, apakah karena sirkulasi yang tidak lancar, atau karena letak geografis kota ini lebih rendah, ditambah polusi yang tak pernah berhenti
Sayup-sayup terdengar alunan musik diantara putaran kincir angin. Musik memang telah jadi bagian dari hidup, bunyi-bunyian tak pernah berhenti berputar “24hours Live Music”. Tak boleh ada keheningan, karena sepi mencekam bisa mencekik kesendirian. Kadangkala terbersit sepenggal pertanyaan, apakah satu persatu lagu dari playlist yang dikumandangkan speaker masih bisa dinikmati oleh pendengaran.
“Jadi sekarang gimana bu ? saya bingung dengan urusan laporan ini? Apa jadinya klo ternyata angka yang tertera tidak sesuai dengan kenyataan yang ada ?”
“Lho, kok kamu tanya saya sih ? kemarin itu yang melakukan kegiatan kan kamu dan teman-teman. Kamu lebih tahu apa yang harus dikerjakan dengan laporan itu!”
“Maaf bu, memang saya dan teman-teman yang mengatur berlangsungnya kegiatan disana, tapi sekarang masalahnya adalah tidak ada kesesuaian antara jumlah angka yang telah dihabiskan dan jumlah angka yang nanti akan mencair. Lagipula…saya baru pertama kali mengurus masalah laporan keuangan, saya masih bingung, kok jadi gini ? Apa yang terjadi bila saya lakukan kesalahan berkaitan dengan angka-angka ini, apakah saya harus bertanggung jawab ?”
“Tell me honestly…..if u still in love with me looking into my eyes…..honestly” Tiba-tiba lyric lagu itu terdengar berteriak, ku tahu bukan dari Mr.speaker diatas meja sana –pernah kucari dalam deretan koleksi “harem scarem” ga ada disana–, tapi dari radio yang ada dalam kepalaku. Sang ibu dalam percakapan rupanya sedang asyik sendirian, tak mempedulikan rentetan pertanyaan yang diajukan. Kudengar hanya ketukan jemarinya lincah menari diatas kotak huruf-huruf yang tersusun rapi.
“Lagipula bagaimana dengan bukti rincian angka yang telah dikeluarkan bila memang itu tak ada ? saya tidak bisa membuatnya, lalu siapa yang akan menandatangani nya ?”
Aku tersenyum dalam tidurku. Senyum dengan bibir terkatup tertarik oleh syaraf dan otot sekitar wajah. Senyum tanpa perlu kumengerti secara medis, bagaimana mekanisme tubuh (khususnya bibir) sehingga bisa tersenyum simpul, tersenyum sinis, tersenyum genit, tersenyum seringai, tersenyum menyungging, dan berbagai jenis nama senyum lainnya yang tergambar bibir. Awalan (ter-) umumnya bermakna; tidak sengaja, atau secara kebetulan saja. Tapi tentu tak penting membicarakan bibir saat ini, karena disini bibir seringkali tidak kugunakan sebagai alat bantu artikulasi suara. %<ly f%@ @!#<#’$ L!p$
Lutju. Satu kata ejaan lama, aku kutip darimu. Sebuah kata tanpa kategori arti, kata ini mewakili sebuah ekspresi yang tak terdefinisi. Lutju. Saat rasakan kehadiran penyamun disarang perempuan. Berartinya keberada(b)an diriku dalam perjalananmu dan teman-teman, patut kusyukuri saat ini. Kepada Dia tentunya, kepada mu itu pasti; sebagai tanda terima kasihku, juga kepada penghuni dan teman-teman yang telah menerimaku.
Menyenangkan masih bisa tiduran disayap kanan. Mendengar intonasi suara, membaca gerak bibir ketika pemberi dan penerima lincah beradu argumen, bersama saling mengalahkan dan memberikan kemenangan, kehangatan terasa saat merambatnya frekuensi energi dari satu indera ke indera lainnya. Ternyata nguping adalah aktivitas yang menyebabkan kecanduan, meski makna nguping sendiri sangatlah tidak menyenangkan. Secara diam-diam dan sembunyi-sembunyi atau bahkan sampai berpura-pura hanya untuk mendengarkan dinamika suara manusia. Tidak sia-sia rupanya daun telinga tercipta, untuk menangkap suara dari seluruh sumber suara. Tugas memilah dan memilih suara sebaiknya kuserahkan pada hati sebagai sang pengendali.
Aku tertawa ketika teringat pada sebuah tanaman yang dahulu pernah tumbuh di halaman rumah. Setiap orang menyebutnya Kuping Gajah, ukuran nya agak kecil, tidak terlalu tinggi, tapi daunnya besar…..sebesar daun telinga gajah. Mungkin sebaiknya kebiasaan nguping sembarangan harus mulai dikurangi. Gawat kalau pemilik suara tahu, lalu nguping dianggap sebagai kegiatan mencuri informasi dan melanggar privasi. Akhirnya nanti telinga disumpahi, jangan sampai telinga ini berubah membesar seperti kuping gajah ……
“Apa saya boleh tahu tentang hal-hal yang dibicarakan tadi, bu ?”
“Ada yang bisa ku bantu mbak ?”
Setelah aku bangun beranjak dari tidurku, beberapa pertanyaan tadi ku lontarkan (sambil pasang wajah lugu pura-pura tidak tahu).
Jika tidak ada yang ideal di muka bumi ini maka bumi adalah tempat yang tidak ideal untuk dihuni. Terfikirkah oleh para penghuni untuk kemudian menanam hal-hal ideal, sehingga akhirnya tercipta ladang yang gemah ripah loh jenawi untuk dinikmati bersama. Salah satu hal ituadalah kejujuran, sekali lagi mari pertanyakan tentang sebuah sikap yaitu; jujur, lawan kata dari berbohong atau bersikap bohong.
Mengapa manusia memilih sikap jujur ? Mengapa kejujuran ternyata sangat sulit diterapkan ? Apa akibatnya bila sikap jujur dan bohong bercampur baur hingga menimbulkan ketidakjelasan sikap, atau bahkan mengakibatkan sikap mendua ? Adakah keterkaitan antara jujur dengan harapan dan kesetiaan ?
Jujur bagi sebagian besar orang adalah sebuah sikap apa adanya, berterus terang, mengungkapkan sesuai dengan apa yang terjadi tanpa bermaksud menutupi. Sebuah pilihan sikap tentu didasari oleh berbagai macam sebab seperti situasi dan kondisi, keinginan, kebutuhan,kepentingan, keyakinan. Kemudian pilihan sikap ini dipertimbangkan dengan akibat yang akan terjadi pada variabel tadi setelah melalui sebuah proses pemikiran atau pertimbangan yang singkat atau lambat. Tentu setiap individu memiliki kecepatan yang berbeda dalam membuat keputusan. Ada yang perlu melewati beberapa tahap pembicaraan, ada yang merasa harus melalui instrumen intuisi dan kata hati,ada perasaan untuk mengendapkan dan mendiamkan sejenak sebelum mengambil sikap, dan ada pula yang otomatis memutuskan secepat kilat tanpa perlu memperhitungkan akibat yang terjadi–karena tidak ada kepastian akan apa yang terjadi nanti– atau karena banyak persoalan lain menanti untuk sesegera mungkin diputuskan.
Dalam kehidupan dimana satu pihak merasa lebih berhak atas sebuah kepemilikan dan pemanfaatan sumber daya dibanding pihak lainnya, saat sebagian besar orang bergelut untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari namun sebagian kecil orang setiap hari bergelimang dengan kemewahan hidup tanpa merasakan penderitaan sebagian besar orang, tanpa memiliki keberpihakan kepada sebagian besar orang, atau bahkan tanpa mempedulikan keberadaan sebagian besar orang….perlukah kejujuran diterapkan dalam situasi dan kondisi seperti ini ?
Perlu, sangat perlu…..itu menurutku. Jujurlah dengan hatimu yang setiap saat menghayati atau dengan perutmu yang kau isi setiap hari. Jujur pada siapa seharusnya kita bersikap jujur, kepada sebagian besar orang yang hidup apa adanya dan yakin bahwa Dia akan mencukupi kebutuhan sepanjang usia hidupya, atau kepada sebagian kecil orang yang senantiasa mengada-ngada dan merasakan ketakutan karena menurutnya kekurangan berbanding lurus dengan kesengsaraaan. Dan ternyata jujur memiliki tempatnya sendiri, tanyakanlah dimana dia akan berdiri.
Perkara kejujuran yang sengaja bercampur dengan sedikit kebohongan, atau kejujuran yang disamarkan dengan kebohongan, atau kejujuran murni tanpa sedikitpun kebohongan seringkali disalah artikan sebagai sebuah ketidakjelasan sikap (tidak memiliki sikap tegas untuk berkata jujur dalam situasi dan kondisi apapun). Setiap orang cerdas tentu memahami bahwa setiap situasi dan kondisi memiliki keunikan tersendiri dan harus dihadapi dengan kelenturan sikap tanpa harus mengurangi esensi kecenderungan, untuk bersikap jujur atau bohong. Adakalanya kecerdasan sebagai sebuah Pemberian tersendiri, membiarkan tak melakukan apapun selain menyalakan tombol automatic pilot. Kemudian biarkanlah Sang Pilot mengambil alih kemudi, menggerakan mesin, baling-baling dan sayap, untuk melaju kearah mana pesawat akan mendarat (orang-orang aneh…..:P)
Jadi apa yang disebut sikap mendua, memilih dua sikap yang berbeda (dualisme) atau melebur dua sikap menjadi satu ?
Ada sebuah harapan ketika kejujuran merupakan salah satu nilai dalam hubungan antar individu dalam sebuah komunitas, mungkin akan terjalin sebentuk kesetiaan berupa rasa solidaritas (senasib sepenanggungan). Sehingga akhirnya kesatuan, keutuhan dan kebersamaan tetap bisa dipertahankan dalam kerangka cinta padaNya Pemilik alam semesta, dan cinta pada sesama manusia sebagai penghuni alam semesta.
He’s a real nowhere Man,
Sitting in his Nowhere Land,
Making all his nowhere plans
for nobody.
Doesn’t have a point of view,
Knows not where he’s going to,
Isn’t he a bit like you and me?
Nowhere Man, please listen,
You don’t know what you’re missin’,
Nowhere Man, the world is at your command.
He’s as blind as he can be,
Just sees what he wants to see,
Nowhere Man can you see me at all?
Nowhere Man, don’t worry,
Take your time, don’t hurry,
Leave it all ’till somebody else
lends you a hand.
Doesn’t have a point of view,
Knows not where he’s going to,
Isn’t he a bit like you and me?
Nowhere man please listen,
you don’t know what your missin’
Nowhere Man, the world is at your command
He’s a real Nowhere Man,
Sitting in his Nowhere Land,
Making all his nowhere plans
for nobody.
Making all his nowhere plans
for nobody.
Making all his nowhere plans
for nobody.
I’m standing on the bridge
I’m waiting in the dark
I thought that you’d be here by now
There’s nothing but the rain
No footsteps on the ground
I’m listening but there’s no sound
Isn’t anyone tryin’ to find me?
Won’t somebody come take me home?
It’s a damn cold night
Trying to figure out this life
Won’t you take me by the hand
Take me somewhere new
I don’t know who you are
But I… I’m with you
I’m with you
I’m looking for a place
I’m searching for a face
Is anybody here I know?
‘Cause nothing’s going right
And everything’s a mess
And no one likes to be alone
Isn’t anyone tryin’ to find me?
Won’t somebody come take me home?
Why is everything so confusing?
Maybe I’m just out of my mind
Yeah.. yeah.. yeah!..yeah.. yeah,
yeah.. yeah, yeah yeah,YEAH…
It’s a damn cold night
Trying to figure out this life
Won’t you take me by the hand
Take me somewhere new
I don’t know who you are
But I….!
I’m with YOU…
I’m with YOU…
Take me by the hand
Take me somewhere new
I don’t know who you are
But I!
I’m with you…
I’m with you…
It’s not about waiting for the storm to be over. It’s about learning how to dance in the rain
This fall I will make myself a promise; to go out into the rain more often, put my head back and feel the raindrops on my face. And remember to dance a little.
“…If once we had decided to forget, then we alone can decide to remember. We all started the same journey. This had been an illusion of a journey, for it didn’t have a start and didn’t have an end.”

Once in a dream, I saw you telling me
That you’ve traveled in the dark
Just to find that little spot
How you’d settle for a light
In the vastness of the night
Then I saw some tears were coming from you eyes
As you said you’d found your paradise
And I began to ask you : why you have to cry ?
And now, it’s so dreamlike I hear you telling me
It’s been such a perfect grace; it’s been such a perfect place
To be in my heart at last, and have angels singing you a song
As you see the tears are falling from my eyes
When you say I am your paradise
You smile and ask me: Why I have to cry ?
It’s a journey, you say, an illusion of a journey
Now you can’t see where it ends and where it starts
It’s our life and our love that you wish to have,
where you wish to be
In this tiny spark of memory, mortality
What’s left for me to do is to welcome you home
Back to my heart, back to heaven’s light
Back to my heart, and we’re never apart
And it’s time for me to say goodbye to those eyes
To let you go so sleeplike and hear you whisper;
Why we have to cry?
It’s a journey, you say, an illusion of a journey
Now you can’t see where it ends and where it starts
It’s our life and our love that you wish to have,
Where you wish to be
In this tiny spark of memory, mortality
What’s left for me to do is to welcome you home
Back to my heart, back to heaven’s light
Back to my heart, and we’re never apart
And we’re never apart
Dee (rectoverso)

