You are currently browsing the monthly archive for March, 2009.

Liberate the people that you hate
Then cut yourself again
Elevate then drop back down
And see which ones remain
Remember all that she can say
Is that she knows she wants it

You’ll make it through
With another point of view again
You’ll make it through
With another point

Accusation, does yes mean no?
Or have you changed your mind?
Kill the nation before it grows
And be one of a kind
Remember all that she can say
Is that she knows she wants it

You’ll make it through
With another point of view again
You’ll make it through
With another point

Pretend the world’s an ocean
Oh, I’m drowning
Pretend that I’m pollution
Oh, I’m dying
Pretend the steak’s a cowboy
And the kiss will kill you

You’ll make it through
With another point of view again
You’ll make it through
With another point

All the bridges
in the world
Won’t save you
If there is no
other side
To cross to

When you’re not feeling ugly
the world’s not too much
Take the world upon your shoulders
Take the world upon your shoulders
And burn, burn, burn, burn, burn
Take the world upon your shoulders

Half full glasses
Lost in empty houses

When you’re not feeling ugly
the world’s not too much
Take the world upon your shoulders
Take the world upon your shoulders
And burn, burn, burn, burn, burn
Take the world upon your shoulders

Violent, big and violent
Like a thing that’s big, big
And violent
A world that’s big and violent

When you’r not feeling ugly
the world’s not too much
Take the world upon your shoulders
Take the world upon your shoulders
And burn, burn, burn, burn, burn
Take the world upon your shoulders
Take the world upon your shoulders
Take the world upon your shoulders

Katakanlah saat ini aku sedang berubah menjadi mesin cuci di sebuah laundry.
Tugasnya membersihkan pakaian kotor penuh noda setelah seharian larut dalam kemeriahan.
Mungkin pula sekarang aku bekerja mencuci piring penuh remah-remah sisa makanan bekas pesta.
Tak perlu aneh, keheranan atau menampilkan ekspresi terkejut hingga mulut mengangga. Itulah diriku didunia maya…..

Peringatan bagi pengguna sabun colex:
Mencuci dengan sabun coolex dapat menyebabkan kekeringan kulit dan iritasi pada tangan.


Sometimes, I feel the fear of uncertainty stinging clear
And I can’t help but ask myself how much I let the fear
Take the wheel and steer
It’s driven me before
And it seems to have a vague, haunting mass appeal
But lately I’m beginning to find that I
Should be the one behind the wheel

Whatever tomorrow brings, I’ll be there
With open arms and open eyes yeah

Whatever tomorrow brings, I’ll be there
I’ll be there

So if I decide to waiver my chance to be one of the hive
Will I choose water over wine and hold my own and drive?
It’s driven me before
And it seems to be the way that everyone else gets around
But lately I’m beginning to find that
When I drive myself my light is found

Whatever tomorrow brings, I’ll be there
With open arms and open eyes yeah

Whatever tomorrow brings, I’ll be there
I’ll be there

(INCUBUS: Drive)

Aku tahu kehidupan tidak berjalan matematis dan mekanistis. Berbagai hal berada diambang ketidakpastian, setiap kondisi tak dapat diprediksi, semua kemungkinan bisa terjadi. Satu-satunya keyakinan yang bisa menjadi kekuatan adalah selalu berpegang teguh kepadaNya. Meyakini bahwa Dia telah Mengatur semuanya, menggoreskan garis perjalanan hidup setiap manusia yang tak luput dari pengawasanNya.
Seandainya manusia diberi kemampuan untuk mengetahui masa depan, mungkin dia bisa mengantisipasi apa yang akan terjadi nanti. Seandainya seseorang memiliki pengetahuan tentang masa mendatang, maka tak akan ada rahasia dalam kehidupan selain tibanya kematian.
Tak perlu ada kekhawatiran akan kepemilikan atau kehilangan sebentuk materi, karena setiap mahluk yang bernyawa pada hakikatnya tidak memiliki apapun selain kehidupan itu sendiri. Sehingga setiap saat sadar dan terjaga aku berusaha tetap memiliki iman, cinta dan pengharapan kepadaNya. Hanya kepadaNya.

Bila ketulusan telah berbaur berbagai macam keinginan dan kepentingan, maka ambilah yang paling berharga dari setiap gerak langkah pengabdi. Aku tak punya apa-apa selain waktu yang terus berlalu sampai tiba panggilan kembali kepadaMu.

*samar-samar mulai-mulai pudar-pudar kedip-kedip binar-binar mata-mata mu

Pada suatu hari ketika ketakutan menghantui diri. Takut pada sesuatu yang belum terjadi, hanya sekelebat rasa takut itu lewat melalui selasar sepi tanpa isi. Kau menguatkan keyakinan, meneguhkan niat dan kesungguhan akan sebuah kenyataan.

Cinta sesungguhnya tak mengenal rasa takut. Akan kemana aku pergi bila ternyata cinta telah bersemi, ancang-ancang kaki untuk berlari tak kuasa hentikan perjalanan untuk pulang kembali.

Hari ini aku membuka lembaran-lembaran usang, surat, sertifikat, ijazah dan transkrip nilai yang telah ditinggalkan pemiliknya. Tumpukan kertas tebal bercerita tentang seluruh pencapaian intelektual-material sejak dari bangku sekolah dasar sampai kursi nyaman di ruangan perkantoran. Tak luput dari penglihatan, sebuah peninggalan berupa kerajinan tangan sederhana dari bahan batok kelapa dihiasi cat warna-warni bertuliskan “Tidak penting berapa lama kita hidup, yang penting adalah bagaimana kita semasa hidup”

Rumah…..-meski tak pernah kau akui bahwa itu rumahmu- memberikan kesempatan untuk tumbuh ditengah kehangatan kasih sayang, keakraban dalam kekerabatan, keindahan dalam kesedihan walau terlihat sisa peristiwa pilu menggantung disudut-sudut ruang. Izinkanlah aku untuk menjadi bagian dari penghuni, menjadi pengabdi, bagi ruang dan waktu yang kadangkala terasa datang dan menghilang.

Baru kusadari ternyata ada keterkaitan antara “The Reader” dan “The curious case of benjamin button”. Kedua film ini bergerak dari aktivitas membacakan cerita. Merupakan hal yang absurd bila ternyata membacakan cerita yang telah tertulis mampu memberikan kesempatan untuk menghirup nafas kehidupan selanjutnya.

*pasti pulang coz’ filmnya lom selesai ku tonton